Beranda Daerah Muspika Gedebage Lakukan Pengamanan Dan Sosialisasi Prokes Di Wilayah GBLA

Muspika Gedebage Lakukan Pengamanan Dan Sosialisasi Prokes Di Wilayah GBLA

Bandung BI. Muspika kecamatan gedebage gelar kegiatan rutin tentang prokes yang di laksanakan di sejajar tol arah stadion gedebage minggu 10 januari 2021.

Dan dilakukan di II (dua) tempat sekaligus menutup tempat berkumpul nya para pkl dan menjaga untuk tidak berkerumun supaya bisa memperkecil kemungkinan tersebar nya covid-19 yang semakin maraknya.

Camat gedebage Jainudin menyampaikan kepada media kegiatan rutin ini di lakukan setiap hari terutama hari minggu semua anggota linmas baik Satpol kecamatan ataupun dari tni, polri juga ikut hadir di tambah ada kegiatan baKsos dari Jaga Lembur  yang tidak ketinggalan ikut memproklamirkan tentang prokes.

Masih camat gedebage operasi masker rutin ini dilakukan agar ada pengurangan penyebaran covid makanya ada penutupan sementara para pkl. Kenapa dilakukan di setiap hari minggu untuk arah gbla karena banyak sekali kerumunan masanya.

Bayangkan saja PKL yg ada 1,140 setiap hari minggu nya di tambah para pengunjung, itu akan mencapai 2000 lebih nah ketika pandemi berlangsung di perlukan langkah langkah agar tidak ada kerumunan oleh karena itu kita mengacu kepada perwal 73 thn 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB) tentang pencegahan covid-19.

Kita sudah memberitahukan sebelumnya kepada para pedagang dan kordinatornya maupun warga masyarakat yang semakin meningkat nya covid di kota bandung termasuk juga di Gedebage kami dari satgas penanganan covid berharap untuk sementara waktu warga masyarakat memahami mengerti dan bisa menerima terkait dengan penutupan akses ke kawasan GBLA untuk sementara waktu.

Nanti misalkan pandemi sudah berakhir sudah normal maka kami akan berikan kesempatan untuk berjualan tapi bukan di zona merah seperti yang mereka lakukan sekarang ini tapi kembali ke penataan bersama yang sudah di sepakati bersama sesuai komitmen bersama untuk di jalankan jangan cuma hanya di atas kertas saja karna kami ingin kawasan gedebage ini tidak di kuasai PKL nah di situ ada juga hak hak warga hak pengunjung yang ingin berolah raga supaya mendapatkan kenyaamanan, oleh karena itu dalam upaya mengakomodir para pkl bisa berjualan di kawasan GBLA kami pun sudah menyediakan tempatnya yaitu d jalan pendamping tol km 150 – Babakan sayang gerbang merah II(dua).

Dan sekarang bagaimana komitmen mereka yang sudah di sepakati akan kembali ke penataan tentunya seusai pandemi ini tutupnya

Kapolsek Gedebage Kompol Oesman Irman komarudin mengatakan untuk operasi masker di GBLA sebenarnya sudah tidak harus di jaga lagi itu seharusnya ada kesadaran masyarat dan ke disiplinan saja dengan batas yang tidak di tentukan.

Saya beserta camat dan danramil mendukung kegiatan penutupan sementara pkl GBLA ini di lakukan dari bulan maret 2020 karena sudah jelas ada surat edaran ada perwal nya dari 43 sampe 73 itu, belum lagi instruksi presiden itu sudah jelas kan ada aturan nya.

Untuk sanksi sanksi yang tidak menggunakan masker itu seharusnya di denda tetapi kita terkadang kebijakan di lapangan dengan situasi ekonomi, paling di suruh membersihkan lingkungan atau menyanyikan lagu kebangsaan atau pancasila kadang kadang kalau masih muda ya di suruh push up kalau masih membandel ya di buat catatan kepolisian.

Inti nya saya di sini bukan melarang untuk jualan nya tapi melarang berkerumunnya agar menerapkan prokes jadi jangan di salah artikan bahwa,camat, danramil dan Polsek melarang untuk berjualan itu salah silahkan berjualan di tempat yang mereka miliki dan di sini bukan kawasan untuk berjualan.

Kalau mereka berbicara masalah aturan darimana mereka punya hak untuk berjualan, jelas kawasan olah raga itu yg pertama knapa mereka bisa berjualan itu adalah kebijakan camat untuk warga gedebage justru skarang malah kebanyakan dari luar ya skitar 60%-70% dari luar nah sekarang yg sangat di sesalkan sudah ada himbauan begitu.

Surat resmi sudah di edarkan knapa setiap hari minggu itu harus di jaga kita, apa mereka sudah ada surat resmi bebas corona siapa yang bertanggung jawab dari protokol kesehatan kalau ga jajaran muspika ujarnya
Harus nya pengurus /koordinator yg bertanggung jawab, ini kan ga..? ( Red/ Bit )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Team Media Konsultasi Kepada Ketua Peradi, Terkait Dugaan Arogansi Oknum Dewan

  Kebumen || buserindonews - Merasa diperlakukan tidak pada tempatnya, Team media mendatangi Ketua PERADI Kebumen Dr,H Teguh Purnomo SH, M.Hum,MKn di Gedung Putih Kebumen....

Kapolda Berrsama Kasdam ll Sriwijaya Dampingi Gubernur Kunjungan Kerja di Kabupaten OKI

  Kayu Agung (OKI) Sumsel || buserindonews - Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto,MH Bersama Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, S.E.,...

Mutasi Pejabat di Lingkungan Polres Banjar, Kapolres Pimpin Upacara Sertijab

  Polres Banjar || buserindonews - Sebanyak 6 Perwira Polres Banjar mendapat promosi jabatan dalam ucapara serah terima jabatan (jabatan) yang dipimpin langsung oleh Kapolres...

Kejari Kabupaten Bekasi Selidiki Dugaan KKN Di  Dinas Perdagangan

Buserindonews.com Kabupaten Bekasi - Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi agar transparan atas informasi atau laporan LAMI terkait surat Nomor: 048/B/Informasi/LAMI/V/2021...

Recent Comments