Oknum Security Halangi Tugas Wartawan Meliput Proyek PDAM,Jadi Bancakan Korupsi Kah !!!

  • Bagikan

 

Palembang||  buserindonews –  Kasus pelarangan peliputan terhadap awak media untuk kesekian kalinya terjadi kembali,bermula enam awak media hendak meliput pengerjaan proyek intake dijalan Syakhyakirti Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus.

Beberapa awak media dari berbagai media yang melakukan tugas jurnalistik di hadang sejumlah oknum security melarang masuk di lokasi proyek intake tersebut di ketahui security bernama Rn  dan kawan kawan.

Meski sudah di jelaskan oleh para wartawan ini suatu pelanggaran undang undang pers th1999 No 40
menghalangi tugas jurnalistik bisa diancam hukum maksimal 2 th dengan denda 500 juta rupiah sekelompok security tersebut masih saja melarang dengan alasan harus membawa surat izin dulu dari pusat PDAM dulu baru bisa meliput.

Hal ini sanggat bertentangan dengan undang undang pers No 40 tahun 1999 dan undang undang KIP  No 14 tentang keterbukaan publik.

Padahal sehari sebelumnya sebelum terjadi penghadangan awak media sudah meminta izin dari pusat pdam dan menemui danru mereka yang bernama HASAN.

Kebetulan Dirut umum tidak ada di tempat ucap Hasan kepada awak media jadi terang HASAN tolong tinggalkan nomor handphone masing masing kata danru mereka secepatnya akan di hubunggi

Berselang waktu tidak ada satupun yang menghubungi paraawakmedia dari pihak pdam.

Dengan berlandaskan undang undang 1999no40 kami awak media turun kembali keproyek intake PDAM tersebut yang di duga adanya indikasi korupsi di tambah rambu proyek miliaran rupiah tidak terpasang di lokasi tersebut.

Sampai berita ini di terbitk an para awak media berharap kepada pihak pihak yang terkait agar supaya segera mengecek kelokasi tersebut di duga ada nya indikasi korupsi anggaran proyek intake PDAM tersebut.reporter(Edi Sanjaya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia