Purwakarta || BI – Pada acara Gebyar Desa dan Gempungan Di Desa Pasanggrahan yang di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Kepala DPMD Jaya Pranolo,
Para Kepala Kecamatan (Camat) se Kabupaten Purwakarta dan para Kepala Desa, acara yang berlokasi di halaman Desa Pasanggrahan Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta, rabu (26/10/2022)
Acara Gebyar Desa dan Gempungan urang lembur di Desa Pasanggrahan ini sangat meriah, pasalnya sambutan Bupati Purwakarta yang biasa di sapa “Ambu” agak beda dalam pembahasan di acara Gempungan tersebut .
Disela sela sambutannya menyebutkan beberapa kali kalimat “Para Kades Jangan Takut Sama Ririwa” dan Ambu sendiri menyebutkan untuk sekarang jangan panggil saya “Ambu” tapi “Neng”. Imbuhnya sambil tersenyum.
Gempungan orang lembur merupakan acara pelayanan agar warga masyarakat lebih mudah dan lebih cepat, ini dilaksanakan dari tahun 2008 sampai sekarang walaupun tiga minggu kebelakang masih ada berapa kendala.
Gempungan itu untuk warga masyarakat bukan untuk bupati, jadi para Kepala Desa “Tong sok epes meer sanaos aya kasumpingan Ririwa” dalam bahasa Sunda.
Lagi lagi kata kata “Ririwa” disebutkan oleh Bupati Purwakarta dalam sambutannya.
Bahasa “Ririwa” Istilah ini biasa digunakan pada hantu marakayangan alias dari arwah yang meninggalnya tidak sempurna, jadi dalam sambutannya tersebut siapakah Ririwa itu ?, dan mengapa sekarang Anne Ratna Mustika tidak mau di sebut Ambu melainkan ingin di sebut Neng/Teteh ?
Bupati pun mengatakan untuk Gempungan kuota tinggal 5 lokasi lagi, walaupun masih banyak Desa yang masih ingin melaksanakan acara Gempungan, dan semua anggaran itu Bupati yang tanda tangan, kadang suka ada yang mengaku ngaku, seraya tersenyum berkata dalam bahasa sunda” Ari si bapak belum move on” !! “Hayo we Kabeh di aku, moal mungkin da di tanda tangan ku Ririwa”. Ungkapnya
Banyak warga terhibur mendengar ucapan Bupati Purwakarta, bahkan juga ada yang bertanya. “Siapakah yang di maksud gerangan istilah ‘Ririwa” yang selalu diucapkan oleh Bupati Purwakarta” ???.
Juga apa yang disampaikan oleh kang Uu selaku Gubernur Jabar yaitu:
mengatakan bahwa, Bupati Purwakarta menjadi salah satu contoh sebagai figur yang bisa membuat Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten bisa bekerjasama dengan baik.
“Tentu saja ini merupakan salah satu linier antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten, jadi ibu Bupati (Anne Ratna) ini paham isyarat-isyarat pimpinan sehingga bisa melaksanakan apa yang diharapkan,” kata Kang Uu.
Ia mengatakan, dari 50 juta penduduk Jawa Barat, diantaranya itu 70 persen berasal dari desa. Sehingga, menurut Uu, memperhatikan desa itu sama dengan memperhatikan mayoritas. “Memperhatikan mayoritas tetapi bukan berarti masyarakat di kota itu diabaikan. Makanya tehniknya adalah membangun Desa menata Kota,” ujar Uu.
Uu mengaku bahwa program-program yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta atau biasa dipanggil Ambu Anne ini berhasil membangun desa dengan baik. “Yang saya suka adalah inovasi-inovasi dari ibu Bupati ini misalnya, perhatian terhadap lansia. Kan biasanya yang diperhatikan balita, ini lansia, ada tiga bulan sekali pengobatan, dikasih makanan tambahan dan juga yang lainnya,” ujarnya.
“Yang kedua adalah aparatur desa mendapatkan asuransi yang sangat luar biasa sampai ke tingkat RT RW sampai ke tingkat Linmas, ini sangat luar biasa,” tambah Uu.
Sementara, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan bahwa program Gebyar Desa dan Gempungan ini merupakan program unggulan dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta. “Program unggulan kami ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan berbagai macam pelayanan, itu yang pertama,” ujarnya.
“Yang kedua, kolaborasi antara Pemerintah Desa dengan Kabupaten itu sudah dibuktikan dengan saya kemarin atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta menerima dua penghargaan dari Menteri Desa, tentu itu adalah bukti bahwa kolaborasi sinergi yang terjalin diantara Pemerintah Daerah dengan Desa itu sangat baiklah,” ujar Ambu Anne.
*Red
















