Tasikmalaya || Buserindonews.com – Bantuan dari pemerintah ataupun dari instansi yang peruntukan nya untuk masyarakat dan di manfaatkan untuk kepentingan orang banyak adalah menjadi andalan untuk mendukung perekonomian saat ini setelah masa pandemi.
Tapi di wilayah Tasikmalaya hal tersebut diduga menjadi ajang Bancakan oleh para oknum oknum pencari keuntungan.
Narasumber kepada awak media menuturkan bahwa Kelompok Tani MJTT yang di ketuai SM mendapatkan program Bibit Domba
Lanjutnya ” kami tidak habis pikir pak, keterangan dari ketua kelompok dengan bendahara berbeda. Ketua kelompok mengatakan bahwa dengan jumlah domba betina 24 ekor dengan harga 3 juta rupiah,sedangkan domba jantan dengan 16 ekor dengan harga 3,5 juta per ekor. Dengan biaya pembikinan kandang 30 juta rupiah.
Sedangkan keterangan dari bendahara Dr 30 ekor domba betina dengan harga 2 juta rupiah per ekor domba,di tambah 20 ekor domba jantan dengan harga 2,5 juta rupiah per ekor domba jantan dan buat kandang dengan anggaran 30 juta rupiah.
Keterangan dari ketua kelompok dan bendahara ini tentu saja membuat banyak pertanyaan yang meng asumsikan lain dan membuat opini dari berbagai pihak.
Kepala Desa Bojong Sari ketika di konfirmasi hanya mengatakan ada pemberitahuan saja, sementara pihak Kecamatan Culamega mengatakan tidak tahu begitu pula kantor BPP juga berkomentar sama.
Sampai berita ini tayang belum ada kejelasan yang benar benar valid sehingga publik bertanya tanya berapakah nilai dari program Domba tersebut. ( Team )
















