Daerah  

SANGAT HEBAT PROGRAM MITRA CAI DI DESA TRUSMI WETAN DIKAWIN SILANG ANTARA SWAKELOLA DAN REKANAN

Cirebon, 09 Oktober 2020 Buserindonews

P3TGAI adalah satu program infrastruktur berbasis masyarakat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR). P3A Mitra Cai merupakan salah satu bentuk perkumpulan petani dengan kegiatan yang dikhususkan pada pengelolaan dan pembagian air irigasi.

P3TGAI adalah program dana bantuan dari kementrian PUPR yang dianggarkan dari dana APBN, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung. meliputi enam kabupaten (Kabupaten Garut, Sumedang, Majalengka, Indramayu, Cirebon dan Kab Kuningan), dengan anggaran masing-masing per titiknya Rp 195.000.000,-

Sejatinya program dana bantuan tersebut adalah program dengan sistem swakelola atau dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan dikelola langsung oleh desa atau kelompok mitra cai itu sendiri.

Namun sangat disayangkan, ternyata aturan tersebut tidak berlaku untuk desa Trusmi Wetan Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Pada kenyataannya, Pelaksanaan program bantuan mitra cai di desa Trusmi Wetan tidak secara swakelola akan tetapi menggunakan jasa pemborong atau direkankan.

Ketika hal tersebut di konfirmasi tim pada hari jumat 9 Oktober 2020. Kuwu Trusmi Wetan, ADE YUHANTONO membenarkan bahwa program tersebut benar adanya dilaksanakan dengan jasa pemborong juga masih menggunakan sistem swakelola. ” Ya benar kami menggunakan beberapa tenaga ahli karena disini tidak punya tukang atau tenaga ahli tapi untuk kenek masih menggunakan orang Trusmi.”

Ketika tim bertanya lebih lanjut mengenai proses program bantuan tersebut. Kuwu ADE YUHANTONO mengarahkan kami kepada ketua mitra cai yang bernama Heru. Namun ketika dikonfirmasi perihal tersebut, kasie ekbang sekaligus ketua mitra cai meralat ucapan kuwu bahwa untuk program mitra cai tahun sekarang ini, baik pelaksanaan dan keuangan semua diatur oleh kuwu, ” Untuk masalah pelaksanaan dna pengaturan lainnya semua dihandle kuwu, saya tidak tahu apa-apa saya hanya mengawasi pekerjaan di lapangan. Yang saya tahu program mitra cai tahun ini tidak ada pajak sama sekali. ” Ujar HERU ketua mitra cai sekaligus kasie ekbang desa.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam pelaksanaan mitra cai di desa Trusmi. Apakah karena alasan tidak adanya pajak, maka pelaksanaan program bantuan mitra cai di lapangan bisa dikawin silang dengan swakelola?

( team/red )

[wp_reusable_render id='61694']

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *