SDN Telaga Murni O1 Mulai Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun

  • Bagikan

Buserindonews.com

Kabupaten Bekasi – Melansir dari situs Kemkes RI, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, “pihaknya sudah mempersiapkan kick off pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun. Pelaksanan vaksinasi ini juga sudah sesuai dengan instruksi Presiden”.

Vaksinasi anak di SDN 01
Vaksinasi anak di SDN Telagamurni 01

Diketahui, vaksin yang akan digunakan untuk anak usia 6-11 tahun adalah jenis Sinovac. Vaksin ini sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Sebanyak 6,4 juta dosis vaksin Sinovac akan digunakan hingga akhir Desember 2021.

Berdasarkan kajian dari ITAGI dan evidence based yang dilaksanakan, Sinovac ini memiliki KIPI yang kecil sehingga diprioritaskan untuk anak-anak, di agenda kick off vaksinasi anak 6-11 tahun di SD Negeri Telaga Murni 01.

Menurut Hj.Roneti. Spd. sd, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi “total terdapat 480 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Bekasi . Mereka akan menerima vaksin Sinova,” ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini menjelaskan, “vaksinasi anak hari ini akan digelar Sekolah Dasar Telaga Murni 01,Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi” pertama SD tersebut adalah SD Negeri 01 Telaga Murni, kedua Puskesmas juga sudah siap melaksanakan vaksinasi ini,” kata Hj.Roneti. Spd. sd.

“Alhamdulillah antusias para siswa yang didukung oleh orang tuanya dalam vaksinasi ini cukup bagus, jadi sejauh ini tidak ada kendala” jelas Hj Roneti. Spd. sd, kepada Sekolah SDN Telaga Murni 01, Senin (20/12/2021).

Pada Vaksinasi di SDN Telagamurni 01tersebut ada 10 tenaga kesehatan dibantu para guru serta Babinsa dan Bimaspol setempat dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut. Pemberian suntik vaksin terhadap ratusan murid di SDN Telagamurni 01 diwarnai sejumlah murid yang menangis histeris, lantaran takut jarum suntik.

“Kita ada 10 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas, juga dibantu guru dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini” lanjutnya.

Ia juga berharap, dengan adanya vaksinasi tahap pertama ini, bisa mempercepat belajar tatap muka seratus persen bisa kembali digelar.

“Iya saya berharap dengan adanya pemberian suntik vaksin ini, kedepannya sekolah sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka seratus persen, tidak lagi hanya lima puluh persen. Karna, pasti sangat berbeda pelajaran yang ditangkap oleh siswa secara langsung dengan daring” ungkapnya.
(Icun & ASP)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Buser Indonesia