Cilacap || buserinonews.com – Tasyakuran atau Memetri Bumi memperingati tahun baru Islam atau Hijriyah merupakan salah satu peristiwa penting bagi seluruh umat muslim,
khususnya di tanah jawa, masyarakat memperingatinya dengan Tradisi Suran atau biasa juga disebut Sedekah Bumi.
Sudah menjadi tradisi yang berjalan dari tahun ketahun, acara yang dilaksanakan setiap bulan Muharram atau Sura dalam (kalender Jawa) hampir masyarakat wilayah di Kabupaten Cilacap menggelar acara Syukuran Suran.
Tak terkecuali di Dusun Pasirgaru Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja juga menggelar
tradisi ini, dan sudah merupakan kegiatan warisan leluhur, yang diturunkan dari nenek moyang diwilayah tersebut.
Warga Dusun Pasirgaru dari RT 03, RT 04, RT05, RW 06 dan di koordinatori oleh para Ketua RT dan Ketua RW membuat tumpengan diarak ke Balai Desa Setempat untuk selamatan bersama- sama.
Hal tersebut dimaksudkan atas wujud rasa syukurnya yang melimpah atas anugerah nikmat hasil bumi dan seisinya serta rezeki dari Tuhan YME.
Maka atas karunia-Nya kita wajib bersyukur, dan mendoakan, agar kita terus diberi kesehatan, keselamatan dan terus menjaga alam semesta ini sebagai rahmat Tuhan yang tak terhingga,” kata Kepala Desa Sururudin mewakili masyarakat Bojongsari.
Dengan memanjatkan Doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, bahwa kenikmatan dari hasil bumi akan terus melimpah sebagai warisan kehidupan anak cucu dan keturunan kita dari Tuhan yang maha semesta.
Kegiatan turut dihadiri, Babinsa Koramil 12/Kedungreja Sertu Wagirun, Deny Fitriono Kaur Umum & Perencanaan, Kasi Kesejahtraan Dwi Anjar Subekti S.T, Kepala Dusun Pasirgaru Turiman,
Kepala Dusun Rejasari Ratimin, Kepala Dusun Karangsari Wasisto,
Tokoh Masarakate Karjono dan Ky. Yusup serta Warga Masyarakat.(Suratman)
















