Daerah  

Veteran Bercerita 2026 di Denpasar: Bernard Keytimu Tekankan Sejarah Harus Diwariskan, Bukan Sekadar Dikenang

Denpasar Bali || buserindonews.com – Upaya merawat ingatan bangsa terus dilakukan. Dinas Sosial Kota Denpasar bersama Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar menggelar kegiatan Veteran Bercerita Tahun 2026, Jumat (23/10) di Gedung Merdeka, Kantor LVRI Kota Denpasar, Jalan Surapati Nomor 7.

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Semangat Perjuangan Pahlawan, Menginspirasi Generasi Muda” ini menghadirkan praktisi dan jurnalis sejarah, Bernard Keytimu, penulis biografi Ida Bagus Putu Japa (Kapten Japa), sebagai narasumber utama. Hadir Ketua Veteran Provinsi Bali sekaligus Wakil Ketua LVRI Kota Denpasar, I Gusti Bagus Saputera, S.H., jajaran Dinas Sosial Kota Denpasar, para veteran pejuang kemerdekaan, serta puluhan siswa SMP Negeri 1 Denpasar beserta guru pendamping.

Dalam pemaparan bertajuk “Dari Medan Juang ke Ingatan Bangsa: Mengabadikan Kisah Veteran, Merawat Sejarah Perjuangan, dan Menanamkan Jiwa Kepahlawanan kepada Generasi Muda”, Bernard menegaskan bahwa para veteran adalah saksi hidup yang tidak tergantikan.

“Sejarah sering kita temukan dalam buku, arsip, dan monumen. Namun sejarah juga hidup dalam ingatan manusia. Para veteran menyimpan pengalaman, suasana, keputusan, dan pengorbanan yang mungkin tidak seluruhnya tertulis dalam dokumen resmi,” ujar Bernard.

Menurutnya, kesaksian veteran adalah sumber penting untuk memahami sejarah secara lebih manusiawi. Dari cerita mereka, generasi muda bisa melihat bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan manusia biasa yang berani mengambil tanggung jawab dalam keadaan luar biasa.

Bernard juga mengingatkan pentingnya pendekatan sejarah yang jujur dan bertanggung jawab. Penghormatan kepada veteran harus berjalan seiring dengan ketelitian dalam mencatat dan memverifikasi fakta.

“Mendengarkan veteran dengan hormat dan memeriksa fakta dengan cermat bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya justru saling melengkapi. Penghormatan memberi ruang bagi pengalaman untuk disampaikan, ketelitian membantu memastikan pengalaman itu menjadi pengetahuan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia mencontohkan proses penulisan biografi Kapten Ida Bagus Putu Japa yang memerlukan penelusuran sumber, konteks zaman, hingga membedakan antara fakta dan informasi yang masih perlu penelitian lebih lanjut.

Kepada generasi muda, Bernard menitipkan lima nilai utama perjuangan yang tetap relevan: keberanian, persatuan, pengorbanan dan tanggung jawab, keteguhan dan disiplin, serta kepedulian terhadap kebenaran.

“Bagi pelajar, nilai kepahlawanan bisa diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, tidak melakukan perundungan, menjaga lingkungan, serta menggunakan teknologi secara bijak,” pesannya.

Untuk memastikan kisah veteran tidak hilang, Bernard mengusulkan gerakan kolektif: melakukan wawancara sejarah lisan dengan izin, menyimpan dokumentasi dengan keterangan yang jelas, melakukan verifikasi dengan sumber lain, menyebarkannya melalui media yang pantas, dan melibatkan pelajar dalam proyek sejarah lokal.

“Para veteran telah mewariskan kemerdekaan kepada kita. Tugas generasi sekarang adalah menjaga kemerdekaan itu, dan tugas kita bersama adalah memastikan bahwa kisah perjuangan mereka tidak hilang dari ingatan bangsa,” pungkas Bernard.

Kegiatan Veteran Bercerita diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman para pejuang dengan semangat generasi muda, sehingga sejarah tidak hanya dikenang, tetapi menjadi pedoman dalam bertindak. (Amat)

Tinggalkan Balasan