PRABUMULIH — Watch Relation of Corruption Unit Kota Prabumulih menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Pemerintah Kota Prabumulih atas keputusan responsif menunda Pelaksanaan Karnaval Pembangunan dan Parade Mobil Hias dalam rangka HUT Kota Prabumulih ke dua puluh lima. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.
Ketua WRC Unit Kota Prabumulih, Pebrianto, menyatakan bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemkot Prabumulih bersama jajaran terkait menunjukkan komitmen kepala daerah yang mengedepankan aspek kemanusiaan di atas kemeriahan seremonial semata.
Keputusan menunda karnaval adalah langkah cepat dan bijaksana yang patut diapresiasi. Menunda kegiatan besar yang melibatkan ribuan warga demi melindungi masyarakat dari paparan kabut asap adalah langkah tepat dan berani yang patut didukung bersama, ujar Pebrianto dalam keterangan resminya.
Senada dengan hal tersebut, Suandi selaku Divisi Pengawasan dan Penindakan WRC Unit Kota Prabumulih menegaskan pentingnya pengawasan terhadap potensi penyebab bencana asap serta tindak lanjut dari kebijakan penundaan ini.
Kami memberikan apresiasi atas langkah pencegahan dari Pemkot Prabumulih.
Namun demikian, dari sisi pengawasan, kami juga mendorong instansi berwenang dan penegak hukum untuk tetap fokus menindak tegas pihak pihak yang diduga melakukan pembakaran lahan liar. Selain itu, kami akan memastikan anggaran perayaan yang tertunda ini dikelola secara transparan dan akuntabel hingga jadwal baru ditetapkan, tegas Suandi.
Pertama, mengutamakan kesehatan masyarakat. WRC menilai keputusan ini sangat tepat mengingat paparan kabut asap berisiko tinggi terhadap kesehatan, khususnya bagi anak anak, lansia, dan kelompok rentan. Langkah pencegahan ini dinilai efektif meminimalisir potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Kedua, dukungan penuh upaya penanganan kabut asap. WRC Unit Kota Prabumulih menyatakan siap bersinergi dan mendukung penuh jajaran Pemkot Prabumulih, BPBD, serta instansi terkait dalam upaya penanggulangan dampak kabut asap dan edukasi pencegahan kebakaran lahan di lingkungan masyarakat.
Ketiga, imbauan kepada masyarakat. WRC juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Prabumulih untuk memahami serta mendukung kebijakan ini, sambil tetap menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas luar ruangan serta menggunakan masker.
Pesta ulang tahun kota tentu penting bagi kita semua, namun kesehatan dan keselamatan warga jauh lebih utama. Semoga kondisi udara di Kota Prabumulih segera membaik sehingga silaturahmi dan perayaan HUT kota dapat kembali dilaksanakan bersama, tutup Pebrianto.
Red
















