Daerah  

Proyek Rehabilitasi Jaringan Iriigasi Merjan Kabupaten Pangandaran, Diduga Gagal Kontruksi

Pangandaran || Buserindonews.com – Proyek Rehabilitasi Jaringan Iriigasi DI Merjen Kabupaten Pangandaran ( IPPMIP ) pada Dinas Sumber Daya Air Propinsi Jawa Barat UPTD Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciwulan – Cilaki.

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pihak ke3 sebagai Pemenang Lelang Tender Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Merjen PT YUDHA PERKASA UTAMA, yang beralamat di Jl Raya Hakam No 144 RT 003/005 Kel. Jatimurni Kec. Melati kota Bekasi Jawa Barat. Sumber Pembiayaan dari anggaran APBD-P tahun 2021 dengan nilai kontrak Pekerjaan Sebesar Rp 7.167.357.610,51.

Dokumen pekerjaan jl Akses Bendungan marjen, ketebalan 5 sampai 1 cm.dan pekerjaan sayap bendungan TPT pondasinya ngambang.

Menurut Yayat  Penggiat Anti Korupsi, kepada awak media mengatakan bahwa proyek tersebut terkesan asal asalan dikerjakan tidak sesuai Spek, dan menurut beberapa orang masyarakat penerima mampaat sebagai petani mengatakan, bahwa proyek tersebut gagal kontruksi, kemudian Yayat pun membenarkan peryataan masyarakat yang akan menerima mampaat atas program dari pemerintah untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi tersebut memang benar seperti yang disampaikan masyarakat, Fakta dilapangan benar adanya, itu proyek gagal, kata gagal dalam proyek tersebut ada beberapa poin, seperti dalam pelaksanaan pekerjaan di duga tidak sesuai spek.

Dukumen foto bagian-bagin irigasi baru itungan Buln udah pada retak atau rusak
Seperti pekerjaan jalan akses menuju Bendung Merjen, ketebalan coran 10, sampai 13 cm meter, pasangan pondasi TPT sayap bendungan ngambang kedalam galian pondasi tidak maksimal, Tembokan di sepanjang saluran irigasi DI Merjen terlihat Jelas baru beberapa bulan selesai sudah penuh dengan tambalan semen, di duga di sepanjan saluran irigasi tersebut sudah mengalami kerusakan hampir di semua sepanjang saluran irigasi.

Dan yang paling Fatal, aliran irigasi tersebut tidak mengalir dengan maksimal, karena elepasi pekerjaan saluran irigasi tidak berjalan dengan baik, Pekerjaan talang Irigasi di duga tidak sesuai spek, saluran air tidak berjalan dengan maksimal, bila pintu air di buka secara maksimal, maka air yang mengalir di permukaan saluran irigasi keluar di titik pekerjaan talang irigisi yang baru beberapa bulan selesai, jadi proyek tersebut ga ada mampaat buat masyarakat pertanian.

Dari pantauan dilapangan ditemukan sudah ada bagian-bagian bagunan jaringan irigasi yang sudah rusak, dari yang mulai retak hingga ada dugaan pengurangan volume dalam proses pengerjaan jaringan irigasi baru untuk persawahan tersebut.

Hal ini juga dibenarkan oleh warga setempat yang tidak ingin disebutkam namanya mengatakan, pada saat pengerjan tersebut tidak memakai papan proyek, dan yang lebih parahnya lagi jaringan irigasi itu sudah mulai rusak, cobalah lihat saja sudah pada retak, bagaimana kalau musim penghujan datang, apakah mempu nanti untuk menampung debit air , sekarang juga kalau masimal tampung air 15, sampai 20 cm, kalau lebih dari itu pasti air akan kebuang di jembatan talang jaringan irigasi

Sementara menurut penjaga bendungan Merjen dan pengawas mengatakan, babwa kami juga sudah mengingatkan dan memberi masukan kepada kontraktornya bahwa tinggi Talang irigasi tersebut kurang tinggi, tapi pihak kontraktor tidak mengindahkan teguran mereka.

Dampak dari proyek rehabilitas jaringan irigasi Merjan di kabupaten Pangandaran , masyarakat, petani dan penerima mampaat, air yang digunakan untuk bertani Kurang maksimal dan penghasilan pertanian sangat menurun drastis, karena dampak proyek gagal kontruksi.

Menurut Yayat kepada wartawan mengatakan dari LSM KPAHN laporan pengaduan masyarakat Lapdu ( Dumas ) ke pihak APH sudah dilayangkan, mudah mudahan dari pihak APH merespon lapdu ( Dumas ) tersebut untuk segera ditangani dan ditindaklanjuti, supaya permasalahan yang berimbas kepada para petani ada solusi jalan terbaik,

Karena surat konfirmasi dari KPAHN yang ditujukan kepada pejabat dinas yang bersangkut tidak direspon atau pun dijawab. Kemungkinan kalau dari pihak APH yang bertindak para pejabat dinas yang bersakutan juga akan koperatif.”Pungkas Yayat,” Sampai berita ini terbit pihak dinas terkait belum bisa di mintai keterangan karena keterbatasan situasi pandemi. ( Team )

Tinggalkan Balasan