PLTP Lumut Balai Jadi Sorotan Serius DPN LAKRI Dan Dukung Penuh Presiden Prabowo Berantas Korupsi di Indonesia

Buserindonews.com — Bandung. Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) siap mendukung penuh program-program Presiden RI Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi di Indonesia.Bandung 16/02/2025

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Steven Samuel Lee Lahengko, didampingi Sekjen LAKRI Deky Palinggi, di sela-sela Rapat Pimpinan Terbatas LAKRI, Sabtu, (15/2/2025), di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang, Kabupaten Bandung, turut hadir Pembina LAKRI, Aidil Fitri, S.H., yang juga Komisaris PT Angkasa Pura Support, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero).

Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Steven Samuel Lee Lahengko, didampingi Sekjen LAKRI Deky Palinggi, menegaskan LAKRI saat ini adalah mata dan telinga Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

 

“Tentu saja LAKRI akan selalu berupaya bersih sebelum memberantas korupsi di Indonesia, pastinya kami selalu mengingatkan agar hati-hati tergoda korupsi, dan selalu mengingatkan agar jangan korupsi,” ujar Samuel.

Lebih lanjut Samuel mengungkapkan, Rapat Pimpinan Terbatas LAKRI dilaksanakan untuk konsolidasi organisasi dan menguatkan persaudaraan di tubuh LAKRI, “Kita harus selalu rukun, bila kita tidak bisa menolong, minimal kita tidak merepotkan orang lain,” ujarnya.

Samuel menambahkan, LAKRI akan menggelar LAKRI Award, “Kami akan memberikan penghargaan mulai dari tingkat bawah hingga tingkat atas, pastinya LAKRI merupakan Lembaga Independen yang akan terus menginvestigasi pihak-pihak yang melakukan korupsi, namun tetap kami berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksan Agung, dan Aparat Penegak Hukum lainnya,” tegasnya.

Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Steven Samuel Lee Lahengko mengungkapkan, LAKRI saat ini tengah menginvestigasi kasus korupsi di wilayah Palembang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, “Kami menindaklanjuti laporan masyarakat tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai, semende, kabupaten Muata Enim yang kontraknya dilaksanakan perusahaan dari China, nilainya 10 triliun rupiah lebih, perusahaan itu menggunakan 38 km jalan melewati 6 Desa,
Mirisnya jalan tersebut rusak parah, maka Negara dirugikan atas hal tersebut, belum lagi masuknya Tenaga Kerja Asing tanpa izin,” ujarnya.

“Hasil pantauan LAKRI, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, yang kontraknya dilaksanakan perusahaan dari China, baru terlaksana 60 persen, karena ada kebocoran, kami sudah sampaikan informasi ini kepada Mabes Polri, Kejaksaan, dan KPK,” ujar Samuel.

“Kerugian masyarakat bukan hanya kerusakan jalan, tapi dampak lingkungan, kerugian ekonomi, kerugian kesehatan masyarakat, bahkan masyarakat di 6 Desa tidak menerima CSR,” ungkap Samuel.

Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Steven Samuel Lee Lahengko di akhir paparannya mengungkapkan LAKRI saat ini juga tengah membidik kasus korupsi di Kabupaten Bandung, yang ke depan akan dipimpin Bupati Bandung terpilih Dadang Supriatna dan Wakilnya Ali Syakieb, “LAKRI menuju Indonesia Emas 2045, Bebas Korupsi,” pungkasnya.

Dukung Program Presiden Prabowo, LAKRI Siap Jadi Mata dan Telinga dalam Pemberantasan Korupsi

Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) saat acara rapat pimpinan terbatas di Sutan Raja Hotel, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/2/2025)
Sekretaris Jenderal Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Deky Palinggi, menjelaskan, kegiatan Rapimnas terbatas DPN LAKRI ini merupakan bagian dari rekonsiliasi seluruh ketua pimpinan daerah LAKRI.

Ia menekankan antusiasme para ketua untuk hadir dan menyatukan visi misi sesuai dengan program Prabowo Subianto

“Ini adalah langkah awal untuk rekonsiliasi. Bagaimana kita harus menyatukan visi misi sesuai dengan program Pak Prabowo,” ujar Deky.

Deky juga mengungkapkan kekagumannya pada Ketua Umum LAKRI, yang dinilai memiliki pemikiran jauh ke depan dan konsisten dalam bekerja serta semangat dalam penanganan korupsi.

“Beliau sudah berkoordinasi dengan KPK, Kepolisian, dan Kejagung. Ini adalah salah satu langkah awal karena kejayaan LAKRI dulu saya sempat rasakan,” kata Deky.

LAKRI, lanjut Deky, akan mendukung program-program Presiden Prabowo salahsatunya terkait penanganan kebocoran anggaran. Berencana membentuk agen-agen di setiap desa untuk memperkuat pengawasan dan penanganan korupsi.

“Kita akan membuat mata dan telinga LAKRI sampai tingkat desa di Indonesia,” tegas Deky.

Selain itu, LAKRI juga akan fokus pada program pengkaderan yang akan dilakukan setiap kunjungan Ketua Umum ke daerah-daerah. Program ini akan memberikan pembekalan mengenai korupsi, TPPO, dan masalah Imigrasi.

“Nanti kita coba pelan-pelan lima tahun ini LAKRI harus ada di pemerintahan,” kata Deky.

LAKRI juga akan membentuk sayap organisasi bernama Kartini LAKRI yang akan fokus pada kegiatan sosial, bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti Badan Gizi Nasional dan Kementerian Sosial.

“Kartini LAKRI juga akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga Badan Gizi Nasional dan kami sudah berkoordinasi,” jelas Deky.
(Jumhadi)

Editor ; Feri/Irno

Tinggalkan Balasan