Subang || Buserindonews.com – Guna membantu percepatan panen padi dan meringankan beban petani dalam rangka pemanenan padi di lahan persawahan, pemerintah pusat melalui pemerintah daerah Kabupaten Subang, memberikan bantuan berupa Mesin pemanenan padi (Kombine harvester/ kombet) kepada para petani melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Namun sayang apa yang menjadi tujuan pemerintah untuk meringankan beban petani dalam hal biaya pada proses pemanenan padi di lahan pertanian ternyata di jadikan aji mumpung oleh oknum Ketua Kelompok Tani yang mencari keuntungan pribadi dari bantuan pemerintah tersebut.
Seperti yang ada di Desa Tamakdahan Kecamatan Tamakdahan Kabupaten Subang Jawa Barat, dari hasil Investigasi media ini, bahwa pada tahun sebelumnya, Gapoktan desa Tamakdahan menerima bantuan Dua unit mesin pemanenan padi dan tahun 2023 juga dapat bantuan mesin pemanenan padi lagi jadi total alat pemanenan padi ada 2 Unit.
Saat ini mesin tersebut telah di oprasikan bekerja dalam musim panen padi pada musim sebelum nya, dan bahkan pada musim panen tahun 2024 ini.
Namun dari hasil keterangan para petani di desa tersebut bantuan pemerintah tersebut sama sekali tidak membantu kesulitan para petani tetapi diduga hanya digunakan untuk menguntungkan pengurus gapoktan saja paparnya, Bantuan mesin combine dari Kementerian Pertanian RI untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di salah satu desa di wilayah Kecamatan Tamakdahan , diduga raib.
Mesin combine yang merupakan bantuan pemerintah tersebut hingga kini tidak jelas keberadaannya.
Ketua Gapoktan Desa Tamakdahan Kecamatan Tamakdahan Kabupaten Subang Jawa Barat, WARYANTO selalu Ketua kelompok tani TANI MAKMUT, mengatakan, mesin komben bantuan dari Kementan ini bukan tidak ada, tapi mesin combine ini disewakan, didaerah cirebon sudah berjalan tiga musim perhektarnya di sewakan 2.500.000 ribu rupiah paparnya,
Ternyata comben yang dibilang dipinjamkan Sementara itu menurut salah satu warga tamakdahan, mengatakan, “dulu memang comben tersebut ada di Ketua Kelompok, akan tetapi sudah lama juga saya tidak pernah melihat lagi comben tersebut, menurut informasi comben tersebut disewakan keorang cirebon dan karawang, kalau sekarang comben bantuan dari Kementan tidak ada di tamakdahan saya tidak tahu,” imbuhnya. ( AS )
















