Purwakarta, BIN – Saat minyak goreng masih langka dan harganya masih mahal, utamanya minyak goreng jenis premium, dimana pemerintah sudah menetapkan harga, dimana untuk minyak premium dan kemasan harganya disesuaikan mengikuti harga pasar, adapun untuk minyak curah bersubsidi pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi ( HET ) sebesar Rp.14.000,00, namun pada kenyataannya harga minyak curah dipasaran harganya masih tingg diatas harga HET.
Untuk mengurangi timbulnya spekulasi harga yang tidak diharapkan, Pemkab Purwakarta dalam hal ini Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika, Intens langsung turun ke lapangan melakukan kegiatan oprasi pasar baik itu sembako maupun oprasi bazar minyak goreng.
Bertepatan dengan hari Kartini, dimana beliau pada masanya sebagai penggagas inspiratif emansipasi wanita Indonesia dengan bukunya ‘habis gelap terbitlah terang”. UPTD Pasar Citeko yang dipimpin oleh Hj. Dewi Setiarini, SE pada Kamis, 21/04/2021, kedatangan Hj. Anne Ratna Mustika untuk memantau langsung penjualan minyak goreng curah dan secara simbolis Bupati membuka bazar tersebut.
Adapun jumlah minyak goreng curah bersubsidi yang dijual bedasarkan HET, sebanyak satu tangki dengan jumlah 3000 liter yang diperuntukan untuk 50 warga pasar UPTD Citeko, dimana satu orang pedagang mendapatkan jatah @ 60 liter.
Pada kunjungan tersebut Bupati Purwakarta didampingi Kepala UPTD Pasar Citeko Plered beserta jajaran, Kadis Disperindag Kab. Purwakarta hadir pula dari Muspika Kecamatan Plered, Kepala Desa Citeko dan beberapa kepala desa lainnya, dihadapan para pedagang Hj. Anne menyampaikan “ Saya selaku Bupati Purwakarta berharap kepada para pedagang pasar Citeko Plered bisa menjual harga minyak goreng curah dengan harga HET, sebesar Rp. 14 ribu rupiah, hal ini dimaksudkan agar bisa membantu masyarakat disekitar wilayah pasar Citeko Plered, menjelang puasa Ramadhan 1443 H dan menjelang hari raya Idhul Fitri 1443 H.” sambut Hj. Anne.
Pada lanjutan sambutannya “ saya selaku Bupati berharap agar dari pihak UPTD pasar Citeko Plered serta dari jajaran Muspika agar terus memantau kegiatan yang menyangkut kebutuhan masyarakat, termasuk menghimbau agar semua warga dan warga pasar pasar membuang sampah pada tempatnya, dan pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, agar tidak sampai menimbulkan dampak yang tidak diharapkan.” Sambungnya. Pernyataan beliau terkait sampah yaitu dengan masih masifnya curah hujan yang tinggi dan kesadaran masyarakat yang masih kurang peduli terhadap sampah yang bisa mengakibatkan tersumbatnya saluran, sehingga bisa mengakibatkan banjir, juga dengan dibangunnya saluran dan gorong gorong mulai dari depan pasar Citeko sampai dengan pertigaan jalan raya Citeko – Cirata yang biasanya tergenang air ketika setiap turun hujan, kini bisa teratasi ( Saepul Bahri, S.Ag/Dedi H)
















