Purwakarta || BI – Kronologi awal mulanya Ipah ketika mendaftar di RSUD Bayu Asih “Ia mau menggunakan BPJS dan kartunya pun sedang lagi di proses untuk pengaktifan nya”.
Namun setibanya di RS tersebut pihak rumah sakit tidak mengindahkan penjelasan dari Ipah,
padahal rumah sakit itu sendiri adalah milik pemerintah daerah dan secara dilihat notabene pasiennya juga orang Purwakarta asli.
Ketika Ipah masuk Rumah sakit hari kamis 8 september 2022 pukul 16:00 wib kemudian di lakukan Operasi pukul 19:00 wib malam, selesai pukul 21:00 wib dengan lancar dan selamat.
Pasca operasi keesokan harinya pagi Ipah di datangi oleh seorang perawat dan seorang dokter bernama Dokter Erik, lalu memberikan ucapan kebahagian yaitu memperbolehkan pulang, sedangkan BPJS belum selesai, antara senang dan bingung.
Bingung, karena tidak mempunyai biaya untuk bayar tagihan rumah sakit, Ipah hanyalah pekerja pembantu rumah tangga (buruh cuci) yang sudah jelas tidak memiliki biaya dan kondisi nya sungguh belum bisa pulih karena sesar, karena setelah pasca operasi harus istirahat 3 hari sambil menunggu BPJS nya aktif,
Alangkah kagetnya Ipah ketika dia di pindahkan ruangan, semula dari ruangan A2 ke ruangan B3 Plamboyan, dengan mengatakan bahwa perawatan untuk dirinya di Stop, dengan alasan takut biaya pembayaran rumah sakitnya nanti akan membengkak tidak bisa terbayar.ucapnya
Mendengar hal tersebut Salah satu media langsung mengkonfirmasi hal itu, untuk mengetahui secara langsung kebenaran laporan tersebut dan ternyata benar adanya bahkan pihak RSUD tidak memberikan makan kepada pasien tersebut,dan selang infus yang terlepas pun tidak di pasang kembali oleh perawat bahkan di biar kan saja di ruangan tanpa ada nya kemanusiaan terhadap kondisi pasien yang baru tengah melahirkan secara di sesar.
Hingga berita ini di terbitkan pihak kepala RSUD belum bisa ditemui dengan berbagai alasan yang dilontarkan oleh para pegawai saat di temui ruangan kantor
( “Red BI )
















