Daerah  

Diduga Adanya Pemotongan Honor Pantarlih Oleh PPS Desa Balida

Majalengka || buserindonews.com –  Pantarlih adalah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang dibentuk untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih pada tahapan Pemilu. Pantarlih dibentuk oleh panitia pemungutan suara (PPS) dan berkedudukan di lingkungan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baru-baru ini ada kejadian yang kurang mengenakan, tentang honor yang di terima anggota Pantarlih di Desa Balida. Diduga adanya pemotongan honor anggota Pantarlih yang dilakukan oleh PPS Desa Balida.

Menurut narasumber (namaya tidak mau dipublis) mengatakan, bahwa honor yang diterima oleh anggota Pantarlih dipotong oleh PPS desa Balida

“Saya menerima honor selama dua bulan, tetapi uang honor yang saya terima tidak utuh. Seharusnya menerima sebesar Rp 2.000.000 selama dua bulan, tetapi hanya mendapatkan Rp 1.400.000 , dipotong sama PPS Desa Balida, dengan alasan untuk keperluan rapat pleno, membeli kaos dan parcel”. Cetusnya

Untuk melengkapi pemberitaan kemudian awak media coba konfirmasi melalui sambungan telepon dengan nomor 081X XXXX XX2 via whatsApp kepada ketua PPS Desa Balida, Atta Suhata, perihal kejadian tersebut. Sabtu (08/04/2023)

Ketua PPS Desa Balida Atta Suhata mengatakan bahwa tidak ada pemotongan, itu semua tidak benar

“Pemotongan tidak ada, ada juga hasil musyawarah Pantarlih dengan PPS sebelum pencairan isinya..akan ngasih ke orang yg melamar pantarlih terus mengundurkan karena yg dibutuhkan cuma 19 yang tadinya 24..minimal 100 RB untuk pengganti pembuatan formulir mereka. Dan juga untuk Pembuatan kaos Pantarlih itung-itung kenang-kenangan. Jadi tidak ada potongan pa..di dalam rapat semua setuju mungkin diluar ada yg menggembosi. Tapi gpp da emang bukan uang untuk saya..itumah untuk dikembalikan lg ke mereka. Semua anggota Pantarlih sudah sepakat untuk dipotong 300 ribu rupiah per anggota Pantarlih”.Ucapnya

“Apalagi ada di desa lain yang ada di Kecamatan Dawuan, sudah cair tetapi belum dibagikan, masih dipegang sama bendahara sampai hari. Dan juga kalau desa lain rencana nya akan ada bukber. Di balida tidak bukber dialihkan ke bingkisan kue dan minuman biar terbawa ke rumah.” Terang Ketua PPS Desa Balida. ( Red )

Tinggalkan Balasan