ISPU Prabumulih Masuk Kategori Berbahaya, WRC Unit Prabumulih Desak Pemkot Ambil Langkah Nyata: Jangan Hanya Sekadar Imbauan!

PRABUMULIH — Menyikapi memburuknya kualitas udara di Kota Prabumulih yang telah menyentuh tingkat berbahaya akibat dampak kebakaran hutan dan lahan, Watch Relationship Corruption Unit Kota Prabumulih menyuarakan keprihatinan mendalam.

Ketua WRC Unit Kota Prabumulih, Pebrianto, menilai tanggap darurat yang ditunjukkan Pemerintah Kota Prabumulih masih sebatas imbauan tertulis dan belum dibarengi dengan tindakan konkret di lapangan yang langsung dirasakan masyarakat.

Kondisi udara Prabumulih saat ini sudah berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan kesehatan masyarakat. Ini bukan lagi ancaman biasa. Kami mengapresiasi imbauan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, namun masyarakat butuh aksi nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan di media sosial atau selebaran, tegas Pebrianto dalam keterangan resminya.

Pebrianto menekankan bahwa dalam krisis kesehatan akibat kabut asap, Pemerintah Kota dan dinas terkait seharusnya mengalokasikan sumber daya secara langsung untuk perlindungan warga. WRC mendorong Pemerintah Kota untuk segera mengeksekusi dua langkah prioritas.

Pertama, pembagian masker standar kesehatan secara gratis dan masif. Pemerintah Kota Prabumulih diminta turun langsung ke jalanan, pasar, dan pemukiman warga untuk membagikan masker yang memadai guna menahan paparan partikel berbahaya.

Kedua, penerapan pembelajaran jarak jauh atau sekolah daring. Mengingat anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, WRC mendesak Dinas Pendidikan untuk mengambil kebijakan meliburkan sekolah tatap muka dan mengalihkan aktivitas belajar mengajar secara daring hingga kondisi udara membaik.

Keselamatan jiwa dan kesehatan warga Prabumulih harus menjadi prioritas utama di atas segalanya. Pemerintah Kota harus hadir secara nyata di tengah krisis udara ini. Jangan menunggu korban sakit paru-paru melonjak baru ada aksi konkret di lapangan, tambah Pebrianto.

WRC Unit Kota Prabumulih menyatakan akan terus mengawal dan memantau kebijakan serta pengalokasian anggaran penanganan dampak bencana kebakaran lahan dan krisis kesehatan di Prabumulih agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

 

 

Red

Tinggalkan Balasan