JALAN KABUPATEN DI KAMPUNG CIBEURIH GALUMPIT RUSAK WARGA MENGELUH DAN TAGIH JANJI BUPATI PURWAKARTA

Purwakarta, www.buserindonews.com – Derita warga Kampung Cibeurih Khususnya RT 06 RW 03, Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta belum juga usai. Jalan kabupaten sepanjang 3 kilometer yang menjadi nadi perekonomian warga kini dalam kondisi rusak parah. Dari total panjang jalan, sekitar 1 kilometer lebih dalam keadaan berlubang, bergelombang, dan rawan kecelakaan. Kerusakan ini sudah berlangsung lebih dari 2 tahun tanpa ada perbaikan yang berarti.

Tim awak media Buser turun langsung ke lapangan pada hari ini untuk mengecek kebenaran aduan warga. Setibanya di lokasi, kondisi jalan memang memprihatinkan. Aspal mengelupas dan lubang menganggu di beberapa titik, dan ketika hujan turun jalan berubah menjadi licin serta becek.

Jalan ini bukan jalan biasa. Bagi warga Galumpit dan sekitarnya, ruas jalan ini adalah akses utama untuk menuju tempat kerja, sekolah, pasar, hingga ke fasilitas kesehatan. Mayoritas warga menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan pertanian. Artinya, setiap hari kendaraan pengangkut hasil panen dan ikan wajib melewati jalan ini.

“Ini jalan amat sangat penting pak. Tiap hari kami lewat sini buat ke sawah, ke kolam, antar anak sekolah juga,” ujar Dahlan, salah seorang warga yang ditemui tim Buser saat hendak pulang kerja.

Dahlan bercerita, warga sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Laporan sudah dilayangkan mulai dari tingkat RT, RW, hingga ke Kepala Desa. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda perbaikan.

“Sudah lapor ke RT, RW, kepala desa juga. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan sama sekali. Warga sudah mengeluh,” kata Dahlan dengan nada kecewa.

Keluhan warga semakin menjadi-jadi saat musim penghujan tiba. Kondisi jalan yang rusak membuat banyak pengendara, terutama anak sekolah, terjatuh.

“Kalau musim hujan itu becek banget, licin. Banyak yang jatuh pak. Terakhir itu anak sekolah. Kasihan,” ungkap Dahlan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah ketika ada kejadian darurat. Dahlan mencontohkan saat mobil ambulans harus melintas membawa pasien.
“Ambulan yang bawa pasien darurat juga terhambat. Perjalanan jadi lama karena harus pelan-pelan ngindarin lubang. Pasien urgensi bisa telat sampai rumah sakit. Itu yang kami takutkan,” jelasnya.

Dalam perbincangan dengan tim Buser, Dahlan tak menampik bahwa sebagian besar warga Galumpit merupakan pendukung Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta saat ini, Om Zein dan Abang Ijo. Hal inilah yang membuat warga merasa perlu menagih janji kampanye.

“Warga sini notabene kemarin banyak yang mencoblos Pak Omzein dan Wabup Abang Ijo. Dulu sering digembor-gemborkan di sosial media soal program ‘Jalan Mulus Imah Aralus Rakyat Ka Urus’,” kata Dahlan.

Ia mengakui, untuk program perumahan dan penataan rumah, warga sudah merasakan manfaatnya.
“Ya menang rumah sekarang cukup baik, tertata. Alhamdulillah. Tapi kita butuh akses jalan juga pak. Masa rumahnya bagus tapi jalannya rusak. Bagaimana mau bawa hasil panen, bagaimana anak mau sekolah dengan aman,” tegasnya.

Tim Buser juga berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Galumpit di kantor desa. Namun saat didatangi, Kades sedang berada di luar kota.

Upaya konfirmasi kemudian dilakukan melalui sambungan telepon. Bayu selaku Kades Galumpit membenarkan telah menerima banyak aduan dari warga terkait kondisi jalan tersebut.

“Saya juga sebelumnya sudah menerima aduan dari warga. Sudah saya teruskan dan meminta bantuan agar segera diperbaiki ke pihak Dinas Kabupaten, bahkan saya sampai datang langsung ke rumah dinas,” ujar Bayu melalui sambungan telepon.

Namun hingga saat ini, permohonan tersebut belum mendapatkan realisasi. “Sampai saat ini masih juga belum diperbaiki,” imbuhnya.

Mewakili masyarakat Galumpit dan pengguna jalan lainnya, Dahlan berharap pemerintah Kabupaten Purwakarta segera memberikan perhatian. Perbaikan 1 kilometer lebih jalan rusak ini dinilai mendesak agar roda ekonomi warga kembali lancar dan keselamatan pengguna jalan terjamin.

“Kami hanya minta jalan ini segera diperbaiki. Biar akses ke tempat kerja lancar, anak-anak bisa sekolah aman, kalau ada yang sakit juga ambulans bisa cepat sampai,” pungkas Dahlan.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi janji perbaikan dari Pemerintah Daerah.

( Tim Red )

Tinggalkan Balasan