Pendopo Pali | buserindonews – Beberapa kali awak media yang diantaranya, media Buserindonesia serta buser24tv dan bratapos mendatangi Kepala Dinas kependudukan pali, yang berlokasi di Jl. Merdeka kel.Handayani talang ubi pendopo pali Kamis (10/06/2021)
Hal ini dilakukan selain untuk bersilaturahmi juga ingin silaturahmi namun kepala dinas tersebut susah di temui se olah olah tidak mau di temui awak media di kantor dinasnya saat ini sangat di sayangkan kepala dinas kependudukan pendopo pali
Awak media ketika mengunjungi kantor dinas kependudukan. selalu tidak ada di tempat,untuk bertemu dengan Kepala Dinas kependudukan Risma Liza .SH .MSi dan seakan akan menghindar dari awak media
Dari keterangan yang di dapat dari bagian informasi yang mengatakan, “Untuk bertemu ibu harus janji dulu atau bikin surat tertulis dulu”, katanya kepada awak media.bahkan awak media Buser Indonesia sudah tigakali mendatangi kantor tersebut dan selalu susah di temui ada apa sebenarnya sehingga selalu meng hindar dari awak media
Sampai berita ini di turunkan, belum ada jawaban dari Kepala Dinas kependudukan pendopo pali., yang mana tentunya menjadi hal penting dalam memberikan Kalrifikasi kepada awak media, sehingga bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi.kabupaten Pali
Sementara itu semestinya saling mengerti dan dengan pertimbangan pada setiap tamu yang datang Semestinya media yang pasti memburu berita yang pas, berimbang dan publikasi informasi cepat yang dibutuhkan sebagai klarifikasi atas permasalahan pemberitaan yang ada agar tidak berbenturan alias berimbang.
Sebagai pejabat publik yang relatif harus cepat tanggap dalam hal urusan kependudukan yang .harus diatasi bersama membangun informasi yang baik pada halayak umum malah seolah menghindar
Sangat disayangkan pejabat yang harusnya bersama – sama membangun kekondusifan di tahun Indonesia ini agarterbuka masalah apapun ini malah menjauh, sehingga titik temu tidak didapat bahkan jauh yang diharapkan kata soluktif, dan jika pejabat pemerintah egoistis sangat memungkinkan kekecewaan pungkasnya.
Reporter lidian heri
















