Panser dan Ciber Audensi Dengan Pihak Provinsi Jawa Barat

Bandung || buserindonews.com – Polemik terkait PKL dan Parkiran di Sekitar Masjid Al Jabbar masih menuai Polemik 20/03/2023.

Di awali dengan orasi dari para warga yang bekerja sebagai PKL dan juru parkir situasi jalan Cimencrang agak tersendat, mereka berusaha menyuarakan hak hak nya.

Setelah sekian lama orasi dari pihak Pemkot dan Provinsi datang untuk berdialog dengan perwakilan para demonstran.

Tampak hadir Kepala dinas terkait,Camat Gedebage,pihak Kepolisian dan TNI

Dalam tuntutannya perwakilan dari demonstran Ahyi Panser ( Panitia sementara ) : Kami sebagai masyarakat Gedebage raya,kami mengadakan unjuk rasa, sebetulnya kami tidak ingin ada unjuk rasa ini terjadi.

Kami merasa sebagai warga masyarakat merasa tidak di hargai dengan adanya teknis yang ujuk ujuk ada dan tidak ada Musyawarah terkait dengan perparkiran.

Tujuan aksi kamu ini adalah ingin adanya kejelasan terkait kami selama ini yang mengelola parkir,PKL dan kebersihan di wilayah Masjid Al Jabbar.

Permohonan kami tolong yang sudah kami sampaikan mudah mudahan di akomodir.

Sementara itu ” Jaja salah satu anggota Panser mengatakan ” Jalan yang di wilayah kami ini menjadi macet total,kami para pengurus sementara ini sampai mengurus sampah dari pagi sampe pagi lagi pak ujarnya sambil melihat ke salah satu pejabat provinsi Jawa Barat, sehingga kami ini seolah olah tidak bekerja lanjutnya.

Kami berharap,agar para petani yang dulu mencari nafkah sekarang juga bisa mencari nafkah dengan berdagang atau menjadi tukang parkir bekerja di masjid tersebut ucap Jaja.

Juhro mengatakan,kami ingin warga masyarakat disini di ikut sertakan dalam kegiatan di dalam masjid ini,bahkan kami ikut kontribusi dalam pembayaran untuk pengangkutan sampah.

Kami meminta kami sebagai warga yang mengelola parkir, PKL,yang bekerja di wilayah sini ujar Juhro.

Ibu Dewi Sekertaris DKM ” Kita akan memakai sistem digital ” Sapa warga. Nanti akan ada jalur khusus Bazar Al Jabbar. Nanti seluruh lokasi ini akan di pagar biar terlihat bagus dan tertib.

Poinnya, Kita akan fasilitasi warga sekitar untuk tenaga kerjanya lanjut nya.

LPM mengatakan,kami tidak dikasih akses untuk bicara ke pihak pihak terkait, karena pembukaan waktu itu di wilayah kami macet selama 24 jam,maka kami ber inisiatif untuk membikin Panser.

Perlu di ketahui bahwa team Ciber itu bekerja dari jam 10 malam sampe pagi. Bahkan kita mengeluarkan uang cukup besar dalam satu hari.

Kalau ada kecelakaan kami team Panser dan Ciber yang mengakomodir bahkan ke rumah sakit dan di antarkan ke rumahnya,bahkan terakhir ke Bogor.

Di akhir dialog Camat Gedebage mengatakan kami sangat apresiasi kegiatan dari para warga lewat Panser atau Ciber,mudah mudahan ini menjadi titik terang bagi kita semua. ( Red )

 

 

Tinggalkan Balasan