Pecah…! Pipa Line Pertamina Cemari Sungai Warga Desa Sialingan Mengecam Keras Pertamina

Buserindonews.com — Muara Enim, Pipa line PT Pertamina kembali mengalami kebocoran, kali ini kebocoran pipa Pertamina tersebut terjadi Kamis 22/01/2026 di Desa Sialingan, Kecamatan Belida Darat, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.23/01/2026.

Akibatnya aliran sungai dan kebun warga dicemari oleh minyak mentah bercampur air asin, hingga mendapat perhatian serius dan kecaman jeras dari warga Desa Sialingan terhadap Pertamina.

Dari Data yang didapat awak media di Internet(gogle), di Desa Sialingan terdapat sebuah perusahan besar yaitu perusahaan Pertamina beroperasi di wilayah Muara Enim, termasuk sekitar Desa Sialingan, melalui unit-unit bisnisnya seperti eksplorasi dan produksi migas (Pertamina Hulu Energi/PHE) atau penyaluran BBM/gas, namun “nama” Pertamina di desa tersebut umumnya mengacu pada Unit Operasi Hulu (Job Pertamina) atau lokasi aset Pertamina yang ada di wilayah tersebut, yang sering disebut masyarakat sebagai “Pertamina” saja, bukan memiliki nama khusus di tiap desa seperti SPBU, melainkan lebih terkait dengan operasinya di Blok South East Sumatra (SES) atau wilayah kerja lain, jadi nama spesifiknya adalah Pertamina (Persero) sebagai perusahaan induknya.
Nama Umum: Masyarakat sering menyebutnya “Pertamina” saja, karena merupakan BUMN yang mengelola sumber daya migas.
Nama Unit Operasi: Terkait dengan unit kerja seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) yang mengelola Blok SES atau unit bisnis lainnya di wilayah tersebut.
Lokasi: Operasinya lebih fokus pada wilayah kerja seperti di sekitar wilayah Belida Darat, yang mencakup desa-desa di sekitarnya, termasuk Sialingan, yang seringkali memiliki jalan atau fasilitas terkait Pertamina.
Jadi, tidak ada nama khusus “Pertamina Desa Sialingan”, melainkan mereka adalah bagian dari operasi Pertamina yang lebih besar di wilayah Muara Enim.

Namun ketika melintasi Desa Sialingan akan menemukan perusahaan migas yang bernama ;
SP TANJUNG TIGA BARAT FIELD PRABUMULIH PERTAMINA EP ASSET 2.
Ada puluhan bahkan ratusan lokasi diwilayah ini yaitu lokasi pengeboran minyak mentah dari perut bumi dangan berbagai macam pipa yang melilit desa sialingan.

Sering bocornya pipah tersebut telah menjadi tanda tanya besar bagi warga hingga menimbulkan kecamaman keras dari warga karena berdampak pada lingkungan dan ekosistem mahluk hidup.

Kecaman warga Desa Sialingan ini bukan tanpa alasan karena, menurut Irno Irawan Salah satu perwakilan masyarakat desa sialingan yaitu;
Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh minyak mentah (crude oil) dan air asin (produced water/brine)—keduanya sering dihasilkan dari aktivitas pengeboran migas—memiliki dampak destruktif jangka panjang terhadap ekosistem darat maupun perairan. Tumpahan ini tidak hanya merusak secara fisik tetapi juga beracun.
Berikut adalah bahaya utama pencemaran minyak mentah dan air asin:
1. Bahaya Tumpahan Minyak Mentah (Crude Oil)
Kerusakan Biota Laut dan Pesisir: Minyak membentuk lapisan tebal di permukaan air yang menempel pada tubuh hewan laut, seperti ikan, burung, dan mamalia, menyebabkan hipotermia pada mamalia laut atau burung karena bulu mereka kehilangan kemampuan isolasi.
Kematian Organisme Perairan: Senyawa aromatik hidrokarbon dalam minyak bersifat toksik, mematikan organisme laut (ikan, kerang, terumbu karang).
Mematikan Mangrove: Tumpahan minyak yang mencapai pesisir dapat menutupi akar napas mangrove, menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir.
Penyumbatan Saluran Air: Limbah minyak yang mengeras dapat menyumbat saluran air, memicu genangan, atau banjir di lingkungan sekitar.
2. Bahaya Air Asin (Produced Water/Brine)
Air asin yang dihasilkan dari dalam sumur minyak sering mengandung kadar garam tinggi, logam berat, dan sisa bahan kimia.
Sterilisasi Tanah (Kerusakan Tanah): Air asin yang tumpah ke tanah daratan menyebabkan tanah menjadi sangat keras, tidak subur (salinisasi), dan gersang.
Kematian Vegetasi: Kadar garam tinggi mengakibatkan vegetasi (tanaman) mati dan mengubah lahan subur menjadi lahan

mati.
Pencemaran Air Tanah: Limbah air asin yang meresap ke dalam tanah dapat mencemari air tanah (akuifer), membuatnya tidak aman untuk dikonsumsi.
3. Dampak Umum terhadap Lingkungan dan Manusia
Kerusakan Rantai Makanan: Senyawa beracun dari minyak dapat terakumulasi dari satu organisme ke organisme lain, mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
Kerugian Ekonomi dan Sosial: Tumpahan minyak merusak mata pencaharian nelayan, budidaya pesisir, dan pariwisata pantai.
Risiko Kesehatan: Kontaminasi limbah minyak dan air asin memicu masalah kesehatan pada masyarakat pesisir, seperti demam dan penyakit kulit akibat paparan langsung atau melalui makanan yang tercemar.
Secara keseluruhan, pencemaran minyak dan air asin yang buruk pengelolaan limbahnya akan mengakibatkan rusaknya ekosistem darat dan air, kontaminasi air tanah, serta erosi daerah pesisir. “Terangnya”.

Kurangnya pengetahuan kami sebagai masyarakat selama ini hanya diam dan menjadi penonton terbaik jika ada kejadian seperti ini yaitu kebocoran pipa yang ternyata sangat berbahaya juga berdampak dengan waktu yang cukup lama, jika ada yang perlu bukti saya bisa tunjukjan. “Tegas irno”.

Hingga Berita ini di terbitkan,
saat dikonfirmasi pihak perusahaan seakan saling lempar, dan berdalih harus mempunyai surat resmi dari perusahaan pers bila hendak meliput.(.)

Tinggalkan Balasan