Daerah  

Program Rehabilitasi Jaringan Tersier (RJIT) Di Sukanagara Diduga Dijadikan Ajang Korupsi

 

Cianjur | buserindonews-Dinas pertanian Kabupaten Cianjur telah menyalurkan anggaran untuk Rehabilitas Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), yang di salurkan pemerintah Kepada Kelompok tani, Salah satu upaya pemerintah, dengan tersalurnya program RJIT kepada Kelompok tani guna untuk meningkatkan produksi dan memaksimalkan pertanian Khususnya di Kabupaten Cianjur Jawabaratu

Program tersebut guna ntuk mendukung kebutuhan air di lahan-lahan pertanian, Sehingga bisa mendukung produksi, bahkan kita harapkan bisa meningkatkan produktifitas panen. Dampaknya, ada peningkatan kesejahteraan petani dan turut mendukung ketahanan pangan tujuananya membenahi saluran irigasi yang dan memperbaiki saluran irigasi

Dinas Kabupaten Cianjur memberika anggaran (RJIT).dengan nilai 75 juta rupiah kepada kelompok tani, bahkan di jelaskan olek kasi PSP Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, DanDan bahwa perogaram tersebut harus benar benar di bangunan kan sesuai anggaran tersebut

Namun ada saja Oknum PPL Sukanagara yan suka di panggil N  yang tidak bertanggung jawab, yang ingin mencari keuntungan diri sendiri dari anggaran tersebut, menurut sumber yang enggan di sebut namannya, ia  mengatakan setelah uang di kasihkan kepada kelompak tani UPKK Saluya Kecamatan sukanagara Oknum PPL tersebut memotong uang (RJIT) kepada kelompok tani dengan alasan kewajiban dan bikin persyaratan dengan nilai 15 jt dari jumlah 75 jt, sedangkan dari pemerintah pun tidak ada pemotongan sedikitpun harus di bangunkan oleh kelompok untuk merenovasi saluran air dan membangun saluran air tersebut.

Ketika taem media mendatangi PPL Sukanagara yang suka dipanggil N iapun menjelaskan betul dengan adanya pemotongan uang tersebut dengan alasan untuk persyaratan dan kewajibanya”ungkapnya

Ditempat lain kamipun awak media mendatangi Dandan selaku Kasi PSP Kabupaten Cianjur,ia menerangkan angran (RJIT) tidak di bolehkan ada pemotongan dengan alasan apapun karna anggaran tersebut untuk membantu para petani dengan memperbaiki jalanya air dan membenahi irigasi.

Lanjutnya jika memang ada PPL yang melakukan seperti itu akan sayah panggil dan akan sayah berikan teguran sansi, karna yang di kasihken kepada kelompok tani itu anggaran pemerintah. Jadi yang melakukan perbuatan tersebut harus bertanggung jawab, apalagi dia sebagai PPL yang sehusya memantau dan memberikan arahan agar program tersebut berjalan lancar”Terangya

Kami selaku awak media dengan adanya pemotongan dana pemerintah demi untuk keuntungan pribadi tersebut itu jelas sudah merugikan uang negara. Kepada dinas terkait perbuatan tersebut harus di tangani dengan sebenar benarnya biar menimbulkan efek jera kepada pelaku tersebut

(Iman / Redaksi )

Tinggalkan Balasan