Meulaboh || buserindonews.com – Terhitung dua pekan terakhir, delapan kali badan jalan Desa Seumantok, Kecamatan Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat ‘jebol’ tergerus arus deras banjir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, mengaku sedikit kewalahan.
Tokoh muda Kecamatan Pante Cereumen, Azwir Sp, Selasa (12/12/2023) sore, mengatakan jebolnya badan jalan utama penghubung Meulaboh – Pante Cereumen, tepatnya di Desa Seumantok karena permukiman tersebut sangat berdekatan dengan pintu irigasi lhok guci, sedangkan air tidak dapat mengalir melalui pintu pembuangan lantaran tersumbat tebalnya tumpukan sampah kayu.
Imbas pintu pembuangan air tersumbat,Ujarnya Azwir menyebabkan arus kencang hulu ke hilir melintasi DAS, luap meluas deras menuju area permukiman Desa Seumantok. Alhasil badan jalan Desa Seumantok yang telah kelar dibangun secara darurat oleh PUPR Aceh Barat kembali jebol
“Dalam dua pekan ini saja, sudah delapan kali badan jalan penghubung Meulaboh – Pante Cereumen, di Desa Seumantok rusak,” beber Azwir.
Ia menyarankan pemerintah tidak perlu memperbaiki badan jalan permanen di Desa Seumantok, jika belum terlebih dahulu membangun tanggul permanen sepanjang Desa Seumantok- Desa Manjeng.
“Rugi kalau badan jalan di bangun permanen, nanti hujan berlarut-larut dua hari saja, bisa putus lagi badan jalannya di terjang banjir deras,”menurut Azwir yang didampingi Ketua Pemuda Kecamatan Pante Cereumen, M. Idrus.
Namun jika pemerintah tidak merespon saran demikian, Azwir yang memperoleh dukungan masyarakat setempat, mengancam akan merusak pintu air irigasi lhok guci karena ancaman banjir melanda di daerah tersebut, mulai terjadi sejak irigasi terbangun.
Kadis PUPR Aceh Barat Kurdi, tidak membantah saran yang disampaikan Azwir, karena hasil observasi nya, juga merincikan memerlukan pembangunan tanggul secara permanen sepanjang satu kilometer antara Desa Seumantok – Desa Manjeng.Namun Kurdi menjelaskan, dalam mengatasi masalah tersebut, ada solusi langka jangka pendek, menengah, dan panjang.
“Jangka panjangnya memang membangun tanggul permanen sepanjang 1Km dengan dukungan dana dari skema KPBU,” jawabannya.
Sedangkan solusi jangka pendeknya, Kurdi menyarankan akses penghubung Meulaboh – Pante Cereumen, sementara waktu warga melalui jalan alternatif sejauh tiga Kilometer lorong Blang Pidie, Desa Seumantok.
Jangka menengahnya, Kurdi bakal membangun tanggul tanah antara Seumantok – Manjeng agar banjir luapan tidak dapat kembali meluas masuk ke area permukiman, hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan area persawahan warga.
















