Daerah  

Warga Kasokandel Soroti Kenerja Pemdes ,Terkait Transparansi Yang Diduga Kurang Kerjasama Antara Lembaga Desa dan Tokoh Masyarakat

Majalengka || buserindonews.com – Beberapa Masyarakat dilingkungan Desa: Kasokandel kecamatan: Kasokandel Kabupaten Majalengka menjadi perbincangan dikalangan masyarakat,

Pasalnya Mereka menganggap wajar untuk mempertanyakan dalam penyelengara disetiap pembangunan fisik maupun non fisik kepada pihak pemerintah desa terkait hal itu, mereka ingin Transparan dalam penyelenggaran agar terwujud untuk kerjasama dengan pihak lembaga desa dan tokoh masyarakat, untuk saling mensukseskan demi pembangunan desa dan meningkatkan pelayanan masyarakat,

Dari Beberapa pembangunan yang telah diselenggarakan dan sedang berjalan pada pihak Pemdes berharap agar diajak bermusyawarah antara lembaga desa dan tokoh masyarakat, Cetusnya Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya,

Masih diucapkan Warga, dari Beberapa pelaksanan melalui Bantuan Sumber Dana Desa untuk pekerjaan proyek Gorong-Gorong di jalan cangkore arah leweung jengkol tepatnya di Blok F pihak lembaga desa tidak dan tokoh masyarakat tidak dilibatkan dalam musyawarah , ketika bantuan telah di terima oleh pihak pemdesa, agar sebelumnya harus pelaksanan bermusyawarah terlebih dahulu dengan lembaga desa biar tidak ada menimbulkan unsur kecurigaan dari pihak masyarakat desa Kasokandel , “bahkan baru- baru ini sedang melaksanakan proyek di depan kantor balai desa, sedang merehab tembok pembatas desa , pihak Pemdes juga tidak ada untuk bermusyawarah dengan lembaga desa sedangkan Anggaran nya pun itu dari mana, apa lagi tidak ada papan inpormasi Anggaran untuk kegiatan tersebut Ucapnya warga,

Lanjutnya warga lainnya menambahkan pada “Media Buserindonews.com, bahkan ada sarana bangunan ruko di tanah titisara atau tanah desa, itu tidak jelas pendapatanya dalam perizinan nya ,yang bertepatnya diblok A, Cetusnya Warga pada

” Kami selaku warga lingkungan desa Kasokandel menunggu kejelasan dari pihak pemdes Kasokandel yang dipimpin Kades Kusno ” ujarnya warga lainya,

Dalam hal ini, awak media langsung menghubungi via WashAap kepala desa yang dipimpin Kusno, dalam penyampaian nya pada media kalau hal apa yang disampaikan seperti itu saya selaku kepala desa itu tidak benar setiap pelaksanaan saya disesuaikan dari hasil musyawarah dengan lembaga desa itumah dianya aja gak hadir ,jawabnya Kades Kusno

” Adapun pelaksana proyek jalan diblok cangkore – Leuweung jengkol, itu sudah beres dari dana desa tahap ke dua dengan total anggaran kurang lebih 51 juta rupiah, saya selalu melibatkan lembaga desa dari hasil Musdes, pelaksana proyek rehab tembok badan desa itu dari anggaran Banprov dengan total Nilai anggaran 49 juta rupiah, dan kami membentuk Tim TPK yang diketuai Guru Dede dari pihak LPM,

” kalau tanah titisara yang ada rukonya di belakang pom bensin itu, silahkan saja ke pihak BUMDES Dia yang mengelolanya saya tidak tahu , kalau izinnya yah ada , Ucapnya kades Kusno, ( key )

Tinggalkan Balasan