Camat Plered Dan Pihak Terkait Seperti Masa Bodo Saluran Gonggo Jadi Kubangan Koco

Purwakarta || buserindonews.com – Kota Plered merupakan kota yang unik, setelah dulu ada pembenahan pada era kepemimpinan Bupati H. Dedi Mulyadi ( KDM ), diantaranya relokasi pasar di pindah ke Pasar Citeko, dari bekas pasar tersebut di bangun Kantor Kecamatan yang megah dengan bebagai fasilitas lainnya. Seperti kawasan wisata dan kuliner.
Namun sungguh amat di sayangkan dalam pemeliharanya seperti tidak ada tindakan. Lebih lebih bila kita melewati jalan arah Gonggo yang jaraknya tidak begitu jauh dari kantor kecamatan Plered, Saluran pas diujung jembatan Kereta Api sudah lama tidak ada perbaikan, padahal di samping  berlubang juga mengeluarkan air Koco berbau tidak sedap bercampur kotoran yang di hinggapi lalat, sampai luber ke jalan raya.

Hal itu membut para pengguna jalan menjadi tidak nyaman, seharusnya pihak Camat Plered ikut andil mencari solusi dan di tembuskan pada pihak terkait. Tapi sepertinya tidak ada tindakan nyata, padahal ini sudah berlangsung sangat lama.

Sementara kami dari awak media Buser Indonesia, di lokasi tersebut menanyakan kepada masyarakat setempat, apa yang disampaikan warga (B).
” Kami sebagai warga masyarakat juga termasuk pemanfaat dari sarana jalan ini merasa heran, kenapa saluran yang sudah lama kondisinya seperti ini tidak lekas diperbaiki, disamping airnya mengalir ke jalan juga baunya sangat menyengat, sering motor tiba-tiba mogok ketika banjir akibat air yang meluap ke permukaan aspal juga sampai ada warga terperosok ke lubang saluran tersebut”, tuturnya.

Kemudian kami juga kepada pihak bina marga UPTD Plered, terkait permasalahan tersebut, menurut salah satu staf pegawai PU UPTD Plered, kami sudah mengajukan pada atasan kami, namun sampai sekarang belum ada jawaban pasti’ imbuhnya.

Seharusnya seorang Camat menjadi garda terdepan, karena sosok camat sebagai seorang pemimpin kepanjangan dari pemerintah kabupaten, respect terhadap adanya air yang mengalir dari selokan dan meluber di ujung jembatan kereta api dan mengalir ke jalan raya.

Namun sepertinya pak Camat seperti acuh tak acuh dan saling mengandalkan, seharusnya sinergitas baik  dengan dinas terkait dan steak holder lainnya.

Saepul B, Vikry FB, Dedi H, dan tim.

Tinggalkan Balasan