Palembang |Buserindonews.Com – Koordinator Wilayah Watch Relation of Corruption WRC PAN-RI Sumsel H Zainal Arifin Hulap,S.ip Mengecam Keras Praktik Pungli yang di Duga Di lakukan Oleh Pihak SMA N 3 Palembang ,Yang mana di media masa Pun ramai Akan Pemberitaannya Pihak SMA N 3 Di Duga Melakukan Praktik Pungli Terhadap Peserta Didik Baru , sebagai Persyaratan untuk bisa di terima SMA N3 , 07/03/2023,

Deni Wijaya, SH Anggota Divisi pengawasan dan penindakan Watch Relation of Corruption WRC PAN-RI, Suandi Anggota Divisi WRC PAN-RI, PEBRIANTO Ketua Unit WRC PAN-RI Unit Kota Prabumulih
“Penerimaan siswa baru merupakan salah satu wujud negara menjalankan amanah konstitusi, yakni dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. penyelenggara pendidikan dibeberapa SMA kota palembang saat ini sedang menjalankan (PPDB) tahap terakhir yaitu jalur tes mandiri.
Namun yang menjadi Perhatian Watch Relation Of Corruption WRC PAN – RI Sumsel, proses penerimaan peserta didik baru Yang Mana di Kutip’ dari beberapa rekan Media yang memberitakan (PPDB) tahun 2023/2024 ternyata tidak lepas dari praktek pungutan liar bahkan diduga orang tua calon peserta didik baru harus rela merogoh kocek puluhan juta agar bisa masuk di sekolah tersebut dan kali ini diduga terjadi di SMAN 3 Palembang,
Bagaimana tidak, berdasarkan informasi yang dihimpun dari orang tua calon peserta didik baru yang tidak mau menyebutkan namanya, Rabu 01/03/23, mengatakan bahwa syaratnya nilai rata rata rapot SMP/MTs dari semester 1 s/d 5 untuk jalur tes mandiri harus mencapai 86, Karna nilai rata rata rapot anaknya Kurang dari yang ditentukan maka harus setor uang senilai 20jt agar bisa Verifikasi.
Selaras dengan Deni Wijaya, SH , Dari Anggota Divisi pengawasan dan penindakan Watch Relation of Corruption WRC PAN-RI Sumsel sangat menyayangkan tindakan Pihak Dari SMAN3 Palembang Yang Di Duga Melakukan Praktik Pungli Kepada Peserta Didik Baru nya,
Deni, mengatakan saya akan berkoordinasi dengan anggota , Divisi pengawasan dan penindakan WRC PAN-RI, Suandi , SH , MH , Dan Ketua Unit WRC PAN-RI Kota Prabumulih, Febrianto, ,untuk menindaklanjuti ke SMA-SMK Yang ada di Sumsel Khususnya, tidak menutup kemungkinan hal senada seperti ini di lakukan oleh SMKN – SMA N Lainnya, imbuh , Deni Wijaya, SH
Berikut Penjelasan Orang Tua Calon Peserta Didik Baru, menggunakan bahasa Logat Palembang,
“anak aku bae sebelumnyo dak biso Verifikasi karna nilainyo kurang dari 86 dak memenuhi syarat untuk jalur tes mandiri tapi alhamdullilah sekarang biso, kito minta tolong di kawan yang ado kenalan dengan wong dalam di SMAN 3 palembang ini ngenjok duet 20jt itu pun dak tau lulus apo idak kagek,” Ujarnya.
Hal senada disampaikan RD yang juga merupakan orang tua dari calon peserta didik baru menyampaikan bahwa dirinya juga harus rela merogoh kocek sebesar 15 juta agar anaknya bisa masuk di SMA N 3 palembang.
“Biar dak was- was kito titip samo guru di SMA 3 ini diminta 15 juta. karna Kalau kito cuma ngandalke TES takutnyo dak masuk jadilah tahun- tahun kemaren ponakan aku dak masuk karna katek wong dalam,” Ucap Salah seorang wali dari calon peserta didik baru yang namanya minta dilindungi
Sementara kepala SMA negeri 3 palembang Drs.Sugiyono,M.M. saat ingin dikonfirmasi dengan langsung datang ke sekolahan dengan alasan tidak ada di tempat begitu juga ketika dihubungi melalui via telepon dan whatsApp, minggu (05/03/2023) memilih irit bicara dan tidak merespon satu kata pun sampai berita ini di tayangkan.
Sumber investigasi dan Media Masa,
Watch Relation of Corruption WRC PAN-RI Sumsel
















