Daerah  

Penjualan Baliho / Bender  Di Sekolah MIS Kab Garut Menuai Masalah

Garut || Buserindonews.com – Baliho adalah suatu sarana atau media berpromosi yang mempunyai unsur memberitakan informasi event atau kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat luas tapi baru baru ini hal tersebut menjadi perbincangan publik.

Narasumber kepada media menuturkan bahwasanya di lembaga pendidikan tingkat MI di bawah kementerian agama Kabupaten Garut di wajibkan untuk membeli baliho atau Bender dengan harga 200 ribu rupiah tetapi kami para kepala sekolah membayar 250 ribu rupiah ujar nya. Dalam kwitansi 200.000 ribu pak lanjutnya menegaskan.

Bisa bapak bayangkan coba berapa yang terkumpul dari hasil kelebihan uang tersebut jika di kalikan dengan jumlah lembaga di Kab Garut ini yang mencapai tiga ratus lebih sungguh banyak sekali.

LSM TUAR BERSATU melalui Humas Asep Kana berkomentar ” Kita akan tindak lanjuti temuan ini dengan bikin laporan Ke Kejaksaan dan Kepolisian,kita akan Audensi dengan Bidang Madrasah di Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat,jangan sampai hal ini ter ulang kembali. Apalagi baru baru ini ada beberapa kepala MI di jadikan tersangka atas kasus pengadaan naskah soal.

Kasi Madrasah ketika di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa hal ini sebenarnya hanya salah komunikasi,memang benar saya memerintahkan untuk pembelian bener/ baliho tersebut dengan nominal 250,000 ( Dua ratus lima puluh ribu rupiah ) dan itu atas petunjuk bapak haji ujarnya.

Lanjutnya tetapi dari pemasok barang tersebut di tengah perjalanan kita malah menjadi bingung,sebab tiba tiba harganya turun menjadi 200.000 ( Dua ratus ribu rupiah ).

Saya sudah komunikasi kan hal tersebut kepada Pak Haji bagaimana teknis nanti sisa uang dari yang sudah membayar tersebut,tetapi ini semua juga belum bayar semua pak lanjut kepala seksi tersebut. Kira kira baru setengahnya yang sudah pada bayar. Silahkan konfirmasi kepala pak pungkas kepala seksi yang belum lama menjabat tersebut di akhir perbincangan kepada awak media.

Sampai berita ini tayang pihak kantor wilayah kementerian provinsi Jawa Barat belum bisa di mintai keterangan di karenakan situasi dan kondisi. ( Wisnu )

Tinggalkan Balasan